Home / Indramayu / Politik

Rabu, 21 September 2022 - 13:46 WIB

Ratusan Massa Desak DPRD Indramayu Gunakan Hak Angket, Tuntut Bupati Pulang ke Jakarta

Suaradermayu.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indramayu (ARI) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Kabupaten Indramayu, Selasa (20/9/2022). Mereka mendesak DPRD Indramayu menggunakan Hak Angket untuk menyelidiki kebijakan dan kinerja pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Koordinator aksi, Masdi, menyampaikan keresahan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Indramayu saat ini. Menurutnya, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah daerah justru dinilai menyulitkan masyarakat dan mencederai kepercayaan publik.

“Kami menuntut dewan menggunakan Hak Angket terhadap pemerintah daerah. Sudah cukup masyarakat dibuat resah dengan kebijakan yang tidak pro-rakyat,” tegas Masdi dalam orasinya di depan Pendopo Indramayu.

Aksi unjuk rasa kali ini merupakan aksi ketiga yang digelar Aliansi Rakyat Indramayu. Namun, seperti dua aksi sebelumnya, massa kembali mengeluhkan tidak adanya respon positif dari pihak pemerintah daerah.

Baca juga  KOMPI Bakal Kerahkan 10 Ribu Massa Pada 30 April, Tolak Revitalisasi Tambak & Minta Bupati Batalkan MoU dengan KKP

Massa yang berkumpul di depan Kantor Bupati Indramayu hanya bisa berorasi tanpa ditemui satu pun perwakilan pemerintah. Hal ini semakin memicu kekecewaan warga.

Sambil berorasi, peserta aksi membawa spanduk bertuliskan: “Turunkan Nina, Pulangkan ke Jakarta”, sebagai bentuk desakan agar Bupati Indramayu turun dari jabatannya.

Masdi membeberkan sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang menurutnya jauh dari kepentingan rakyat. Di antaranya:

Proses perizinan usaha dipersulit, sehingga menghambat perekonomian masyarakat.

Honor guru madrasah tidak dibayarkan, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan tenaga pendidik.

Kebijakan yang dinilai tebang pilih, tidak konsisten dalam implementasinya.

Baca juga  Kontroversi Staf Khusus Bupati Indramayu: Pengangkatan Salman Dinilai Langgar Aturan

Pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Ketidakharmonisan yang jelas terlihat antara Bupati dan Wakil Bupati Indramayu.

Kegiatan Tari Topeng Pecah Rekor MURI yang biayanya justru dibebankan kepada sekolah dan orang tua siswa.

Melihat kondisi tersebut, Aliansi Rakyat Indramayu menilai perlu ada langkah tegas dari lembaga legislatif. Hak Angket dinilai sebagai jalan konstitusional untuk mengusut tuntas berbagai kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.

“Jika DPRD Indramayu berani, gunakan Hak Angket! Buka semua persoalan di pemerintahan daerah ini. Jangan diam ketika rakyat berteriak,” seru Masdi di hadapan para demonstran.

Usai berorasi di depan Kantor Bupati, massa aksi melanjutkan longmarch menuju Gedung DPRD Indramayu. Mereka berharap para wakil rakyat berani bersikap tegas untuk mengusut kebijakan yang dinilai bermasalah.

Baca juga  Usaha Keras Bupati Indramayu Berbuah Manis, Ruas Tol Kertajati – Indramayu Segera Dibangun

Selain persoalan kebijakan teknis, massa juga menyoroti ketidakharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati Indramayu. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap buruknya pelayanan publik dan jalannya roda pemerintahan.

Sejumlah warga bahkan menyatakan sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Bupati Indramayu. Mereka mendesak agar Bupati mengundurkan diri dan “pulang ke Jakarta”, sebagaimana tertulis dalam spanduk aksi.

Aksi Aliansi Rakyat Indramayu ini menjadi cerminan keresahan warga terhadap pemerintah daerah. Mereka berharap, DPRD Indramayu tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut aktif mengawasi dan mengontrol jalannya pemerintahan.

“Sudah saatnya rakyat bicara. Jika pemerintah daerah terus abai, maka Hak Angket harus digunakan sebagai alat penyelidikan resmi,” tutup Masdi.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Demo ‘Pulangkan Lucky Hakim ke Cilacap’, Sholihin Sebut Ada Persengkokolan KH. Juhadi dan Wabup Indramayu

Indramayu

PDIP Indramayu Tolak Kosongkan Kantor: SK Bupati Berlaku Sah Hingga 2027

Sorotan

Eks Polisi Alvian Sinaga Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana, Toni RM: Sesuai Harapan Keluarga
Pengacara Toni RM bersama korban pencurian sepeda motor dan Anggota Reskrim Polsek Balongan cek TKP

Kriminalitas

Heboh! Motor Tetangga Pengacara Toni RM Dicuri, Polisi Langsung Turun Tangan

Indramayu

LPS : Banyaknya BPR Bangkrut karena Dimaling Sama yang Punya

Indramayu

Pegawai Anak BUMN di Indramayu Diduga Gelapkan Dana Rp1,5 Miliar, LBH Ghazanfar Dorong Proses Hukum Transparan

Indramayu

Lucky Hakim Tak Bisa Akses Ruangan Kerja Wakil Bupati Indramayu, Ini Penyebabnya

Indramayu

Jumat Berkah Polsek Sindang: 50 Paket Sembako Disalurkan Door to Door ke Warga