Home / Terpopuler

Jumat, 7 Maret 2025 - 12:44 WIB

Polisi Bongkar Penyalahgunaan Barcode BBM Subsidi, Libatkan Kades dan Operator SPBU

Oplus_131072

Oplus_131072

Suaradermayu.com – Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan barcode MyPertamina untuk pembelian BBM subsidi jenis solar secara ilegal di Karawang, Jawa Barat, dan Tuban, Jawa Timur. Dalam kasus ini, polisi mencium adanya keterlibatan kepala desa dan operator SPBU.

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin, mengungkapkan bahwa barcode-barcode yang digunakan dalam aksi ilegal ini diperoleh melalui rekomendasi kepala desa. “Kepala desa mengumpulkan surat keterangan dari petani yang berhak menerima BBM subsidi, lalu barcode tersebut digunakan untuk membeli solar bersubsidi,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (6/3/2025).

Baca juga  Kejagung Tetapkan Dirut PT Pertamina Patra Niaga sebagai Tersangka Korupsi Minyak Rp 193,7 Triliun

Polisi menyita 24 barcode solar dari lokasi kejadian di Karawang dan 45 barcode dari Tuban. Salah satu temuan mengejutkan adalah penggunaan kendaraan yang sama berulang kali untuk membeli BBM subsidi dengan 45 barcode berbeda.

Selain keterlibatan kepala desa, polisi juga menduga adanya kerja sama dengan operator SPBU dalam praktik ini. “Mereka mendapatkan barcode dengan bantuan operator SPBU. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak, termasuk yang ada di Karawang,” tegas Brigjen Nunung.

Baca juga  Cegah Kecurangan, Polres Indramayu Sidak SPBU

Hingga saat ini, polisi masih mendalami apakah BBM subsidi tersebut dijual langsung ke masyarakat atau dikemas ulang untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi. “Kami menemukan gudang di lokasi kejadian dan sedang menelusuri alur distribusinya,” tambahnya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi telah mengamankan delapan tersangka, tiga di antaranya berasal dari Tuban dengan inisial BC, K, dan J. Sementara lima tersangka lainnya berasal dari Karawang, yakni LA, HB, S, AS, dan E. Dua tersangka lainnya, berinisial COM dan CRN, masih buron.

Baca juga  Ridwan Kamil Dorong Inovasi Perahu Listrik Tenaga Surya untuk Nelayan Indramayu

Akibat perbuatan mereka, negara mengalami kerugian hingga Rp 4,4 miliar. Para tersangka dijerat Pasal 40 Angka IX Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp 60 miliar.

Polisi terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pihak lain yang terlibat dalam jaringan penyalahgunaan BBM subsidi ini.

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Hari Jadi Ke-496 Indramayu, Mujani Nur Harap Masyarakat Tambah Sejahtera dan Soal Keagamaan Diperhatikan

Terpopuler

Pemerintah Salurkan Pupuk Bersubsidi Mulai 1 Januari 2025, Ini Mekanisme dan Harganya

Terpopuler

Semarak Ramadan, Ketua NU Indramayu Tarawih Keliling di Masjid Da’i Annur Losarang

Indramayu

Toni RM Ungkap Terdakwa Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Diduga Dipaksa Mengaku dan Disiksa Saat Penyidikan

Indramayu

Modus Dugaan Korupsi PKBM Disdik Indramayu: Rekayasa Data Siswa SD–SMP untuk Cairkan Dana

Terpopuler

KPK Panggil Sekjen PDIP sebagai Tersangka Kasus Harun Masiku

Indramayu

Viral Dugaan Pencurian Uang di Kantor Pengacara Toni RM, Polisi Sigap Datangi Kantor

Terpopuler

PNS Dilarang Gunakan Mobil Dinas Untuk Mudik dan Minta Bingkisan Lebaran