Home / Terpopuler

Sabtu, 1 Maret 2025 - 04:34 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Wisuda Sekolah, Usulkan Konsep Perayaan di Sekolah

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan larangan terhadap kegiatan wisuda bagi siswa TK, SD, dan SMP. Menurutnya, prosesi wisuda lebih tepat untuk lulusan S1 atau D3, bukan untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah.

“Saya melarang kegiatan wisuda di sekolah karena menurut saya, wisuda itu cocoknya untuk S1 atau D3,” ujar Dedi dalam unggahan Instagramnya pada Jumat (28/2/2025).

Dedi menyoroti tren wisuda di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMP, yang menurutnya justru membebani orang tua secara finansial.

Baca juga  Hasil Rekapitulasi KPU, Lucky-Syaefudin Unggul di Seluruh Wilayah Indramayu

“Ini TK diwisuda, SD diwisuda, SMP diwisuda. Ujung-ujungnya, wisuda ini butuh biaya lagi, bikin ribut lagi,” ungkapnya.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk sewa gedung, toga, hingga dokumentasi dianggap tidak perlu dan bisa dialokasikan untuk keperluan pendidikan yang lebih bermanfaat.

Sebagai solusi, Dedi mengusulkan agar perayaan kelulusan dilakukan di sekolah dengan konsep seperti zaman dulu, di mana siswa menampilkan berbagai kreativitas tanpa biaya besar.

“Bisa nggak kelulusannya diselenggarakan di sekolah saja, seperti zaman dulu? Ada pertunjukan seni, ada perayaan yang lebih sederhana tapi tetap berkesan,” katanya.

Baca juga  Toni RM Minta Bripda Alvian Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Demi mendukung kegiatan perayaan yang lebih edukatif, Dedi juga berencana membangun gedung pertunjukan seni di setiap sekolah di Jawa Barat.

“Bila perlu, nanti pihak provinsi membangun ruang pertunjukan di setiap sekolah,” ujarnya.

Gedung ini nantinya akan memiliki kapasitas 1.000 hingga 1.500 orang dan bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni, pemutaran film edukatif, dan kegiatan sekolah lainnya.

Baca juga  Masih Ingat Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu? Kini Masuk Meja Hijau

“Sehingga semua kegiatan sekolah bisa dilaksanakan di sekolah, bisa lihat film berkualitas, pertunjukan tari, musik, dan sebagainya,” tambahnya.

Selain larangan wisuda, Dedi juga menyoroti pembuatan album kenangan yang sering kali memberatkan orang tua dengan biaya mencapai Rp450 ribu per siswa.

Sebagai alternatif, ia menyarankan agar album kenangan beralih ke format digital, sehingga lebih terjangkau dan tetap memberikan kenangan bagi para siswa tanpa biaya besar.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban finansial orang tua sekaligus menciptakan tradisi kelulusan yang lebih sederhana, bermakna, dan edukatif bagi siswa di Jawa Barat.

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Sosok Zulhelpi, Keluarga Korban yang Selalu Emosi dan Bikin Sidang Pembunuhan Indramayu Memanas

Ekonomi

Indramayu Siap Jadi Pusat Industri Baru, Bupati Lucky Hakim Dorong Keseimbangan dengan Pertanian

Indramayu

Miris! Madrasah di Indramayu Ambruk Rata Dengan Tanah, Diterjang Angin Kencang

Terpopuler

Khotibul Umam Klaim Dapen Aman Yani Pencairan di Bandung, Dudu Subarto Ungkap di BRI Kepandean Indramayu – Siapa Berbohong?

Indramayu

Bukti Ada! Rekaman CCTV Pria Buka Gerbang Rumah Korban Paoman Indramayu, LBH Ghazanfar: Oknum Penyidik dan Jaksa Sengaja Lindungi Pembunuh?

Terpopuler

Heboh! Mobil Mewah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Nunggak Pajak Puluhan Juta, Alasannya Bikin Geleng-Geleng

Terpopuler

Ade Syaekudin, Putra Indramayu, Ukir Sejarah: Terima Brevet Kehormatan TNI AL di Atas KRI Bontang-907

Edukasi

Dor! Pembobol Minimarket di Indramayu Roboh Ditembak Polisi Karena Melawan