Home / Terpopuler / Indramayu / Kriminalitas

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:12 WIB

Viral! Ibu Korban Beber Nama Yoga dkk Bertamu Saat Malam Mengerikan di Rumah Pembunuhan Paoman Indramayu

Kolase Foto: Tangkapan layar penasehat hukum terdakwa Priyo dan Ririn, Toni RM, saat berkomunikasi dengan Tetty Setyawati (ibu korban Euis Juwita) (kiri) Tetty Setyawati bersama kuasa hukumnya Hery Reang (kanan)

Kolase Foto: Tangkapan layar penasehat hukum terdakwa Priyo dan Ririn, Toni RM, saat berkomunikasi dengan Tetty Setyawati (ibu korban Euis Juwita) (kiri) Tetty Setyawati bersama kuasa hukumnya Hery Reang (kanan)

Suaradermayu.com – Beredar rekaman video berdurasi 10 menit 39 detik yang memuat percakapan telepon antara ibu kandung korban Euis Juwita, Tetty Setyawati, dengan penasihat hukum terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga, Toni RM. Rekaman tersebut kini menjadi perbincangan dan viral di media sosial.

Dalam percakapan itu, Toni RM menanyakan kepada Tetty sejumlah informasi terkait situasi sebelum kejadian, khususnya mengenai komunikasi yang masih terjalin antara dirinya dengan korban Euis Juwita pada malam peristiwa mengerikan tersebut.

Tetty Setyawati mengaku masih kerap berkomunikasi dengan anak kandungnya itu mulai dari siang hari hingga menjelang waktu magrib. Meski ia tidak lagi mengingat secara rinci jam dan menitnya, ia memastikan seluruh riwayat percakapan tersebut masih tersimpan di dalam ponsel miliknya dan telah diperlihatkan kepada penyidik saat proses Berita Acara Pemeriksaan berlangsung.

Bahkan, Tetty menyebut masih sempat bertukar kabar dengan Euis pada malam hari, tak lama sebelum peristiwa maut itu terjadi.

“Saat itu Euis bilang, ‘Mah, itu ada temannya Aa Budi.’ Saya tanya, siapa? Katanya, Yoga sama teman-temannya. Dia juga bilang, waktu tanggal 17 Agustusan sempat makan-makan di samping rumah. Biasanya tidak pernah main, ini tumben main ke rumah dan tidak pulang-pulang sampai malam. Aa Budi juga bolak-balik ke pintu kamar. Saya dengar anak saya Euis bilang, ‘yang, jangan bolak-balik ke pintu.’ Katanya anaknya mau tidur. sepertinya budi mau ngomong apa. Setelah itu sudah tidak telepon lagi,” kata Tetty sebagaimana terdengar jelas dalam rekaman tersebut.

Baca juga  Orientasi Penyusunan RPJMD 2025-2030, Wakil Bupati Indramayu Tekankan Sinergi dan Koordinasi

Keesokan harinya, Tetty berulang kali mencoba menghubungi nomor ponsel Euis, namun tidak pernah bisa sihubungi dan dalam keadaan tidak aktif. Ia terus berupaya menghubungi, namun hasilnya tetap sama, hingga akhirnya ia menyimpulkan bahwa komunikasi dengan anaknya telah terputus sama sekali.

Tetty juga mengaku sempat menerima kabar dari seseorang melalui telepon yang tidak disebutkan namanya, yang menyebutkan bahwa Budi dan Euis membawa kabur uang hasil arisan. Terhadap hal itu, Tetty langsung membantah keras dan menegaskan itu tidak benar.

“Padahal bohong itu, anak saya tidak pernah ikut arisan di mana-mana juga,” terdengar suara Tetty dalam rekaman tersebut.

Masih dalam rekaman video itu, Tetty karena tidak dapat lagi menghubungi Euis dan tidak memiliki kontak lain dari kerabat maupun teman anaknya, Tetty kemudian meminta bantuan keluarga untuk menelusuri keberadaan Euis melalui akun media sosial miliknya. Dari situ, sejumlah nama dalam daftar pertemanan pun ditemukan dan dicoba dihubungi.

“Menantu saya akhirnya bisa menghubungi dua orang melalui akun FB Euis, salah satunya guru sekolah anaknya Euis, Ratu Kharunnisa. Lalu menantu saya menyampaikan kepada gurunya bahwa ibunya Euis sedang menangis terus dan sedang mencari Euis karena sulit dihubungi. Saat itu memang belum ada yang mencari-cari,” terdengar suara Tetty dalam rekaman itu.

Lebih lanjut Tetty menyampaikan ke Toni, setelah mendengar kabar itu, sang guru kemudian berinisiatif mencoba menghubungi sekaligus mendatangi kediaman Euis. Di lokasi, ia bertemu dengan salah satu kerabat dari pihak Budi.

Baca juga  Jeruk Segeran Bangkit Lagi! Ikon Hortikultura Indramayu Siap Kembali Berjaya

“Katanya guru itu bertemu dengan Mbak Emah dan beberapa orang lainnya. Rumah itu kemudian dibuka oleh mereka. Saya juga sempat berpikir, kenapa tidak melibatkan aparat terlebih dahulu saat rumah itu dibuka,” ujar suara Tetty dengan nada penuh tanya.

Sementara itu, kuasa hukum Tetty, Hery Reang, mengatakan bahwa sikap kliennya yang membantah adanya percakapan dengan Toni RM saat bersaksi di persidangan tanggal 29 April 2026 lalu, memiliki alasan yang dapat dipahami. Menurutnya, saat itu Tetty berada dalam kondisi terkejut dan panik saat menerima telepon yang membahas kasus pembunuhan anaknya.

“Karena dia usianya sudah tua, ditelepon kaget, panik karena itu dibantah sudah dibantah di persidangan,” kata Hery Reang dalam keterangannya di kanal YouTube Curhat Bang milik Denny Sumargo.

Saat dikonfirmasi, penasehat hukum Priyo dan Ririn, Toni RM membenarkan adanya rekaman percakapan yang beredar di media sosial tersebut. Ia mengakui telah menghubungi Tetty Setyawati,ibu korban pembunuhan di Paoman, Indramayu.

“Memang benar rekaman video itu percakapan saya dengan ibu Tetty, ibu kandung Euis Juwita,” ujarnya singkat dan lugas.

Toni juga membenarkan, saat menjadi saksi dalam persidangan terdakwa Ririn, Tetty dengan tegas membantah pernah berkomunikasi menyebut nama Yoga kepada Toni.

Meski demikian, Toni menyebutkan bahwa isi percakapan itu telah disampaikan dan diperdengarkan di hadapan majelis hakim sebagai barang bukti dalam persidangan yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026 kemarin. Sebab, dalam rekaman itu, Tetty menyebutkan nama-nama yang diduga kuat sebagai pihak yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan satu keluarga tersebut.

Baca juga  Tipu Ratusan Juta, Eks Caleg PDIP Indramayu Dilaporkan ke Polisi

“Ibu Tetty menyebutkan saat berkomunikasi dengan anaknya Euis, bahwa Euis malam kejadian itu menyampaikan ada tamu yang bernama Yoga bersama teman-teman, yang kami duga Aman Yani, Hardi, Joko dan Priyo,” ungkapnya.

Karena menurut Toni saat para korban dieksekusi, Joko dan Ririn sedang pergi ke Asrama Penganjang.

Lebih jauh, Toni menjelaskan bahwa sosok bernama Yoga itu diyakini sebagai pelaku utama yang menghabisi nyawa keempat korban sekaligus.

“Menurut kesaksian Priyo saat kejadian, Hardi yang menghabisi Budi, sedangkan Yoga lah yang menghabisi H. Sahroni, istri Budi, Euis Juwita dan anaknya Ratu dengan menggunakan palu yang dihantamkan ke kepala mereka. Sedangkan bayi yang masih berusia 8 bulan ditenggelamkan di bak mandi oleh Yoga,” jelasnya menguraikan fakta yang diperolehnya.

Sekadar informasi, kasus pembunuhan sadis yang merenggut nyawa satu keluarga di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, sempat menggemparkan masyarakat luas dan menjadi sorotan publik.

Peristiwa keji tersebut terjadi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, yang menewaskan lima anggota keluarga, yakni Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), dua anak mereka berinisial RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayah korban, H. Sahroni (76).

Seluruh jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah dikuburkan bersamaan di dalam satu lubang galian di bagian belakang rumah korban.

Lubang tersebut berukuran sekitar 4 meter panjang, 1,5 meter lebar, dan memiliki kedalaman hingga 4 meter.(Red/Waryadi)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Viral! Pemimpin Al Zaytun Ajak Salam Ala Yahudi

Terpopuler

Pondok Pesantren Raudhotusshalikin Akan Gelar Pengajian Umum Haul Manakib dan Mujahadah di Indramayu

Indramayu

Putra Indramayu Pimpin Audit Sistem Manajemen Mutu LSP Lemhannas RI

Indramayu

Bupati Lucky dan Mensos RI Tinjau Kampung Nelayan Sejahtera: 93 Rumah Baru untuk Korban Banjir Rob!

Terpopuler

Pelantikan MWC NU Cantigi Periode 2024-2029, Dorong Penguatan Organisasi di Tingkat Kecamatan

Indramayu

Banjir Kepung Permukiman, Warga Indramayu Ramai-ramai Mengungsi

Terpopuler

Aksi Kemanusiaan di Haurgeulis: Donasi Rp50 Juta untuk Palestina dalam Tiga Hari

Indramayu

Objek Wisata Air Terjun Bojongsari Terbengkalai, Bupati Nina : Kita Perbaiki Demi Sektor Wisata