Home / Terpopuler

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Capaian Kepimpinan Lucky Hakim – Syaefudin Terwujudnya Indramayu REANG

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Suaradermayu.com — Memasuki pertengahan tahun 2026, arah pembangunan Kabupaten Indramayu makin terlihat jelas dan nyata. Di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim bersama Wakil Bupati Syaefudin, visi “Indramayu REANG” bukan sekadar semboyan—melainkan diwujudkan langkah‑demi‑langkah di hampir setiap sendi kehidupan warga, mulai dari pelayanan dasar kesehatan, penguatan pertanian, perbaikan jalan‑prasarana, hingga dukungan bagi nelayan, anak‑sekolah, dan penguatan ekonomi desa.

Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, capaian‑capaian yang tercatat menunjukkan kesungguhan kerja pemerintah daerah yang konsisten dan terarah.

Di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen sungguh‑sungguh meningkatkan mutu pelayanan—melalui pengembangan rumah sakit milik daerah serta penguatan jaringan Puskesmas agar makin dekat dan siap melayani warga. Hasilnya terlihat jelas: hingga Agustus 2026, cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional mencapai 99,81 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sudah 78,57 persen—mendekati sasaran 80 persen.

Perlindungan ini makin diperluas: lewat APBD telah didaftarkan 541 445 jiwa sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah maupun Bukan Pekerja (PBPU‑BP), dengan alokasi anggaran sebesar Rp 233,8 miliar, sehingga warga yang belum bekerja atau tidak punya penghasilan tetap tetap berhak mendapat pelayanan kesehatan yang layak.

Sektor pertanian—tulang‑punggung perekonomian masyarakat Indramayu—tetap dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Luas Lahan Baku Sawah tercatat 124 517 hektar, sementara Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang dilindungi luasnya 92 888 hektar.

Tahun ini pemerintah menetapkan target produksi padi Gabah Kering Giling mencapai 1,7 juta ton, yang diupayakan lewat berbagai dukungan nyata: penyaluran alat bantu pertanian termasuk mesin pompa air, normalisasi saluran pengairan, pembangunan irigasi perpompaan, penyusunan Jaringan Irigasi Air Tanah, serta pengaturan pembagian gilir air agar makin adil dan teratur. Tak hanya padi, komoditas unggulan lain pun makin maju—produksi mangga Indramayu mencapai 114 000 ton tiap tahunnya.

Pembangunan fisik dan prasarana juga berjalan menyeluruh dan terukur: telah dilakukan perbaikan 20 298 meter jalan lingkungan, 31 200 meter jalan desa, serta 23 160 meter jalan kabupaten. Untuk pengendalian air dan pencegahan banjir, normalisasi sungai serta saluran pembuang telah dikerjakan sepanjang 60 170 meter, sementara jaringan irigasi permukaan ditingkatkan sepanjang 6 110 meter.

Penerangan jalan pun makin terang—sampai Desember 2026 ditargetkan terpasang sebanyak 3 199 titik lampu PJU yang menyinari jalan‑jalan di seluruh penjuru daerah.

Bidang pendidikan juga mendapat perhatian besar dan menyeluruh: sebanyak 322 satuan pendidikan mulai jenjang TK, SD hingga SMP kini sedang atau telah mendapat penanganan berupa revitalisasi, rehabilitasi, maupun pembangunan ruang‑kelas baru.

Kelengkapan ruang belajar pun dilengkapi—telah disalurkan bantuan meubelair sebanyak 2 254 set bagi jenjang SD dan 1 856 set bagi jenjang SMP. Bagi warga yang huniannya belum memenuhi syarat sehat dan aman, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni telah menyelesaikan 310 unit rumah, terdiri dari 22 unit bersumber dari APBD Kabupaten serta 288 unit lewat program BSPS yang bersumber dari APBN.

Pemerintah juga menyiapkan masa depan ekonomi daerah yang kokoh dan berkelanjutan: sedang disiapkan pengembangan 6 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang tersebar di wilayah Sukra, Patrol‑Kandanghaur, Losarang, Balongan‑Juntinyuat, Krangkeng, serta Tukdana—dengan luas keseluruhan sekitar 14 110 hektar, dan semuanya ditetapkan berada di luar kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan agar tidak merugikan ketahanan pangan masyarakat. Langkah ini sekaligus selaras dan mendukung pengembangan kawasan Rebana serta wilayah metropolitan sekitarnya.

Sementara bagi warga pesisir—khususnya nelayan kecil—pemerintah daerah memberikan perlindungan nyata berupa premi asuransi ketenagakerjaan yang mencakup seribu nelayan yang memiliki kapal di bawah 10 Gross Ton, senilai Rp 201 juta yang seluruhnya bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.

Salah satu tonggak pembangunan sosial yang istimewa adalah pendirian Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi. Mulai beroperasi Tahun Ajaran 2026, sekolah ini kini telah menampung 370 siswa, berdiri di atas lahan seluas sekitar 10 hektar, dan kelak mampu menampung hingga 1 000 peserta didik. Sementara di tingkat desa, penguatan ekonomi warga terus berjalan lewat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih—kini telah berdiri 200 unit, menuju sasaran keseluruhan sebanyak 317 unit.

Keberhasilan pengelolaan pemerintahan daerah sendiri juga mendapat pengakuan luar biasa—meraih peringkat ke‑5 tingkat Nasional serta peringkat ke‑3 di Provinsi Jawa Barat dalam penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2025.

Tak kalah penting, pemerintah juga makin tegas menegakkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Mihol—agar tata‑sosial, ketertiban, dan budaya masyarakat tetap terjaga baik.

Kemajuan‑kemajuan ini mulai terasa dampaknya bagi warga dari berbagai lapisan. Sri Nurhayati, 31 tahun, warga Desa Krangkeng, kini bekerja di pabrik sepatu setempat.

“Saya sangat bersyukur—dengan berkembangnya kawasan industri di daerah kami, saya kini bisa bekerja di pabrik sepatu tak jauh dari rumah. Sekarang saya tetap bisa mencari nafkah sekaligus menjaga keluarga, tidak perlu pergi merantau jauh ke luar negeri seperti dulu,” ucapnya dengan wajah gembira.

Abdullah, 45 tahun, salah seorang nelayan dari Desa Lombang, menyambut baik berbagai langkah pembangunan yang berjalan, terutamanya perlindungan bagi pelaut kecil.

“Saya dan kawan‑kawan nelayan lain merasa makin diperhatikan—terutama adanya jaminan perlindungan lewat asuransi ini, sungguh meringankan hati kami. Semua kemajuan yang terjadi di Indramayu ini membawa harapan baru bagi kami warga pesisir maupun masyarakat luas,” tuturnya.

Sementara itu, Suryana, seorang petani dari wilayah Gantar, juga memuji langkah‑langkah yang telah diambil: “Yang paling terasa dan berguna bagi kami adalah perbaikan jalan ke sawah, dibantu alat pompa air, serta pengaturan pembagian air yang makin jelas dan teratur. Semua ini benar‑benar membantu kami yang bekerja bertani setiap harinya,” katanya. (Red/Mashadi)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

KOMPI Bakal Kerahkan 10 Ribu Massa Pada 30 April, Tolak Revitalisasi Tambak & Minta Bupati Batalkan MoU dengan KKP

Indramayu

Polisi Jadi Saksi “Sapu Jagat” di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: CCTV & HP Bumerang Mematikan Bagi Jaksa

Terpopuler

Hari Jadi Ke-496 Indramayu, Mujani Nur Harap Masyarakat Tambah Sejahtera dan Soal Keagamaan Diperhatikan

Terpopuler

Jelang Pilkada Indramayu 2024, Partai Golkar, Demokrat dan Gerindra Bentuk Koalisi

Edukasi

Nikita Mirzani Ditahan Terkait Dugaan Pemerasan Rp 4 Miliar, Tetap Santai dan Lempar Senyum

Terpopuler

Kasus Dugaan Perselingkuhan Ridwan Kamil: Tim Kuasa Hukum Lisa Mariana Ungkap Awal Pertemuan dan Kehamilan

Terpopuler

Viral! Remaja Putri di Indramayu Berkelahi Gegara Ejekan di Facebook, Polisi Turun Tangan

Terpopuler

Komaruddin Hidayat Terpilih sebagai Ketua Dewan Pers Periode 2025-2028