Suaradermayu.com — Di tengah gempar pembangunan dan promosi sejumlah destinasi wisata andalan Kabupaten Indramayu, ternyata masih tersimpan permata alam yang seakan terlupakan. Di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, membentang Pantai Sampang — sebuah objek wisata yang belum tersentuh pembangunan, namun menyimpan keindahan yang tak kalah memukau dibanding tempat wisata mana pun di Bumi Wiralodra.
Tanpa sentuhan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Indramayu, Pantai Sampang tetap berdiri mempesona dengan keaslian alamnya. Pasir yang bersih, deburan ombak yang tenang, serta hamparan laut yang jernih menjadi bukti bahwa alam telah menyuguhkan yang terbaik — namun belum dijamah oleh kebijakan pembangunan daerah.
Suratno, pengelola Pantai Sampang, menyuarakan harapan tulusnya agar Pemkab Indramayu tidak menutup mata terhadap potensi yang terpendam di desanya.
“Saya mengharapkan Objek Wisata Pantai Sampang dapat perhatian dari Pemkab Indramayu,” ujar Suratno dengan nada tulus kepada awak media, Minggu (27/9/2026).
Bagi Suratno, Pantai Sampang bukan sekadar pemandangan indah. Lebih dari itu, pantai ini menyimpan kekayaan yang bisa menjadi jendela pengetahuan bagi siapa saja yang berkunjung.
“Objek wisata Pantai Sampang mempunyai keindahan tersendiri. Bukan hanya menawarkan keindahan alam, tapi juga menyimpan ilmu pengetahuan alam terkait keanekaragaman hayati laut dan ekosistem pesisir lainnya,” ungkapnya.
Di sini, pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan matahari terbit yang menenangkan. Mereka juga dapat mengenal beragam biota laut yang hidup di perairan yang masih terjaga kealamiannya. Pantai Sampang berpotensi menjadi tempat wisata sekaligus ruang belajar alam — langka dan bernilai tinggi jika dikelola dengan visi yang tepat.
Namun sayang, potensi besar ini masih tertutup sepi. Jalan akses, fasilitas pendukung, hingga promosi yang mengenalkan Pantai Sampang ke masyarakat luas belum tersedia. Pengelola berharap Pemkab Indramayu dapat ikut berpartisipasi — baik dalam pembangunan fisik maupun pengenalan objek ini agar dikenal warga Indramayu dan sekitarnya.
Jika diurus dengan baik, Pantai Sampang tidak hanya akan menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sumber penghidupan baru bagi warga Desa Lombang. Ekonomi warga bisa berputar, pemuda mendapat kesempatan bekerja, dan nama Indramayu semakin dikenal melalui kekayaan alamnya yang asli.
Kini pertanyaannya sederhana: apakah permata yang bersinar sendiri ini akan terus dibiarkan, atau Pemkab Indramayu akhirnya akan menjangkau dan memolesnya menjadi kebanggaan bersama?


























