Home / Indramayu

Selasa, 21 Maret 2023 - 00:50 WIB

Nasabah BPR Karya Remaja Geruduk Kantor Bupati Indramayu, Tuntut Uang Segera Dicairkan

Para nasabah BPR Karya Remaja demontrasi di Kantor Bupati Indramayu, Senin (20/3/2023).

Para nasabah BPR Karya Remaja demontrasi di Kantor Bupati Indramayu, Senin (20/3/2023).

Suaradermayu.com – Ratusan nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja menggeruduk kantor Bupati Indramayu. Para nasabah menuntut pencairan dana mereka yang ada di bank milik pemerintah daerah tersebut.

Aksi nasabah dengan pakaian serba hitam meminta Bupati Indramayu sebagai Kuasa Pemegang Modal BPR Karya Remaja Indramayu agar mengembalikan uang mereka.

Salah satu nasabah BPR Karya Remaja, Kunaenih (42), warga Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan meminta Bupati Indramayu Nina Agustina keluar menemui mereka.

Sambil menangis Kunaenih mengatakan, uang yang ia simpan di BPR Karya Remaja tersebut bukan hanya uang pribadinya saja melainkan uang milik jamiyah di masjid yang berada di tempat tinggalnya.

Baca juga  Siapa Otak Dibalik Kredit Macet Ratusan Miliar BPR Karya Remaja?

Puluhan jamaah yang menitipkan uangnya di tabungan milik Kunaenih selalu datang terus meminta uangnya dikembalikan. Ia mengaku sudah tidak kuat lagi menahan tekanan yang ia terima dari para jamaah.

Di sisi lain, setiap kali mendatangi kantor BPR Karya Remaja, Kunaenih tak bisa berbuat banyak, pasalnya pihak BPR Karya Remaja selalu mencari alasan tak bisa mencairkan uang miliknya.

Alasan inilah yang membuat dia bersama nasabah lain melakukan aksi unjuk rasa. Ia bersama ratusan nasabah lainnya hanya menuntut uang yang di tabung maupun deposito bisa dicairkan.

Baca juga  Tuntut Pencairan Uang Tabungan, Aksi Nasabah Gembok Kantor BPR Karya Remaja Indramayu

“Kami meminta Bupati Indramayu selaku KPM agar bisa mengembalikan uang kami,” katanya.

Kunaenih mengaku uang yang ia simpan di BPR Karya Remaja secara keseluruhan sebesar Rp 150 juta.

“Uang itu bukan uang saya saja melainkan uang jamaah. Bank hanya bisa mencairkan Rp 300-500 ribu per minggu, harus sampai kapan,”ujarnya.

Ia bersama ratusan nasabah lain kembali menegaskan agar Bupati Indramayu sebagai KPM mencairkan uang mereka.

Sementara itu beberapa perwakilan para nasabah mengikuti pertemuan bersama perwakilan dari BPR Karya Remaja dan pemerintah daerah di ruang Sekda Indramayu. Namun hasilnya pertemuan dianggap sangat mengecewakan para nasabah.

Baca juga  Kesal Uangnya Tak Bisa Diambil, Nasabah BPR Karya Remaja Ramai-ramai Datangi DPRD Indramayu

Pasalnya, pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu memberikan jawaban yang tidak memuaskan dan terkesan tidak memberikan jalan keluar permasalahan tersebut.

Selain itu, perwakilan nasabah merasa kecewa karena tidak bisa menemui Bupati Indramayu melainkan perwakilan. Perwakilan bupati menyampaikan aspirasi para nasabah akan disampaikan kepada Bupati Indramayu.

“Pertemuan tadi tidak ada titik temu antara kedua pihak. Hasil pertemuan tadi hanya memperoleh jawaban akan ditindaklanjuti dan akan di laporkan kepada Bupati Indramayu, entah belum tau kapan,” kata salah satu perwakilan nasabah, Berlian.

“Kami hanya ingin meminta uang dalam bentuk tabungan maupun deposito yang berada di bank segera dicairkan, itu uang kami dan keluarga kami mohon cepat dikembalikan, ” lanjutnya.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Bupati Indramayu Kirim 400 Mushaf Al-Qur’an ke Aceh Temiang, Harapan Bangkit di Tengah Luka Bencana

Terpopuler

LBH Ghazanfar Bongkar Rekayasa & Manipulasi CCTV “Angetan” di Laptop Hakim Sidang Paoman

Indramayu

Lucky Hakim Resmi Pimpin DPD NasDem Indramayu 2025-2030, Tegaskan Komitmen Utamakan Kepentingan Rakyat

Ekonomi

Bupati Lucky Hakim Dampingi Kemenperin Verifikasi Lapangan Kawasan Industri Losarang Indramayu

Indramayu

Buntut Pernyataan Dimintai Mahar Rp 3,5 M, Husen Ibrahim Dipolisikan

Indramayu

Polres Indramayu Temukan Ketidaksesuaian Takaran Minyakita di Pasaran

Indramayu

Kerugian Negara Dugaan Korupsi PKBM Disdik Indramayu Capai Rp 1,4 Miliar

Indramayu

Kakek di Singaraja Indramayu Ditemukan Tewas Membusuk di Gubuknya